PROFIL
PONDOK PESANTREN WALI SONGO
NGABAR PONOROGO INDONESIA
“….menuju taraf internasional”
Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar adalah lembaga pendidikan islam yang memadukan tradisi keilmuan modern dan tradisional dalam menghadapi tantangan masa depan global. Pesantren ini tidak saja menekankan arah pendidikannya kepada aspek kecerdasan intelektual, tapi yang lebih penting adalah mengajarkan ilmu-ilmu agama (tafaqquh fi al-din) dan pendidikan sikap mental (mental attitude) sebagai bekal mengabdi di tengah masyarakat. Tidak heran bila system pendidikannya dijalan menyangkut totalitas kehidupan pesantren selama 24 jam penuh. Apa yang didengar, dilihat dan dirasakan di pondok ini semua bernilai pendidikan dan wawasan.
Semenjak didirikan oleh K.H. Muhammad Thoyyib pada 4 April 1961, dan diwakafkan pada 8 Juli 1980 oleh KH. Ahmad Thoyyib dan KH. Ibrahim Thoyyib, Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar senantiasa berusaha memberikan kontribusi riil bagi kemajuan bangsa melalui pendidikan. Selama hampir 48 tahun, Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar terlihat secara aktif memberikan warna dalam proses dan dinamikan pembangunan masyarakat Indonesia. Tidak kurang 6000 alumni telah didedikasikan pesantren ini kepada masyarakat luas, yang datang dan tersebar di seluruh pelosok nusantara dengan segenap profesi dan bidang garapan. Di antara mereka ada yang berprofesi sebagai guru, dosen, wartawan, praksi hukum, entrepreneur, bahkan politisi seperti DR. H. Hidayat Nur Wahid, MA., ketua MPR RI. Kesemuanya menunjukkan keteguhan visi, dan keragaman dedikasi pengabdian Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar di Tengah masyarakat.
LETAK GEOGRAFISNYA
Pondok Pesantren Wali Songo ini terletak Desa Ngabar, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Propinsi Jawa Timur, pada kilo meter tujuh arah selatan kota Ponorogo.
NAMA “WALI SONGO”
Nama lengkap lembaga ini adalah Pondok Pesantren Wali Songo. Tetapi sering juga disebut Pondok Ngabar , karena terletak di desa Ngabar. Nama Wali Songo ada kaitannya dengan tokoh-tokoh legendaries da’i-da’I pada jaman kerajaan Majapahit dan Demak dengan tokoh-tokohnya itu yaitu 1. Sunan Malik Ibrahim 2. Sunan Ampel 3. Sunan Giri 4. Sunan Drajat 5. Sunan Bonang 6. Sunan Muria 7. Sunan Kudus 8. Sunan Kalijogo 9. Sunan Gunung Jati. Mereka sangat berjasa dalam penyiaran agam islam di indonesia, khususnya pulau Jawa. Mereka kemudian dianggap sebagai wali dan bersama-sama disebut wali songo (artinya sembilan orang wali).
Perjuangan para munbaligh tersebut sangat berkesan di hati pendiri Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, sehingga memberi nama Wali Songo kepada pondok pesantrennya. Pemberian nama itu didorong oleh dua hal : Pertama, keinginan untuk mengingat jasa-jasa wali dalam bidang dakwah islam di indonesia. Kedua, keinginan untuk mewarisi sekaligus meneruskan semangat dan usaha mereka dalam menyebar luaskan agama islam. Diharapkan santri PP. Wali Songo Ngabar kelak, setelah tamat, dapat mengemban amanat seperti yang telah dilakukan oleh wali songo.
Selain makna filosofis di atas. Secara histories santri yang pertama kali datang berjumlah sembilan orang berasal dari berbagai daerah pula. Hal itu telah memberikan inspirasi kepada KH. Ibrahim Thoyyib untuk mengusulkan wali songo sebagai nama pondoknya. Usul itu dikemukan dalam pidatonya pada pertemuan pembukaan dan perkenalan dengan santri-sanri pertama pondok pesantren pada 4 April 1961. usul itu disetujui dan nama wali songo dipakai hingga sekarang.
LATAR BELAKANG SEJARAH.
Jauh sebelum berdirinya Pondok Pesantren Wali Songo di desa Ngabar telah berdiri sebuah Pondok Pesantren kecil yang terletak di selatan komplek pondok saat ini. Nama pendirinya tidak diketahui karena sudah lama pesantren itu mati. Yang ada hanyalah peninggalanya, berupa sebuah mushalla kecil dan sebuah bangunan tua bekas asrama santri. Nama kiyai yang diingat ialah kiyai Dawud setelah kiyai Dawud meninggal, pesantrennya ikut mati karena keturunannya tidak ada yang meneruskan kelangsungannya.
Pondok Pesanten Wali Songo didirikan pada 4 April 1961 oleh KH. Muhammad Thoyyib dan dibantu oleh ketiga putranya yaitu KH. Ahmad Thoyyib KH. Ibrahim Thoyyib dan KH. Ishaq Thoyyib,. Cita-cita mendirikan pondok pesantren telah lama ada dibenak KH. Muhammad Thoyyib dan telah dirintis jalan ke arah realisasinya. Semenjak tahun 1920 beliau telah menjadi Kiyai di Desa Ngabar, yang selain menjadi imam masjid juga mengajar mengaji Al Qur’an di suraunya yang dikenal dengan Langgar Blok Kidul ( Surau Kelompok Selatan).
Pengajaran agama islam saat itu mengalami tantangan keras dari masyarakat Ngabar yang terbiasa dengan perbuatan maksiat seperti judi dan minuman keras. Terdorong keinginan untuk menyebarluaskan agama dan menyadari beratnya tantangan masyarakat yang dihadapi, maka timbul pikiran KH. Muhammad Thoyyib untuk mendirikan lembaga pendirikan yang lebih terarah, sebagai langkah menyiapkan generasi islam di masa akan mendatang. Cita-cita itu mulai dilaksanakan pada 1946 dengan mendirikan Madrasah Ibtidaiyah “Bustanul Ulum Al Islamiyah” di Pimpin oleh Ahmad Thoyyib.
Dari model madrasah Ibtidaiyah itu kemudian dapat dikembangkan lembaga-lemabaga lain. Pada tahun 1950 didirikan Taman Kanak-kanak “Al Manaar”, kemudian pada tahun 1958 didirikan Tsanawiyah Lil Mu’allimin, yang kemudian berkembang menjadi Tarbiyatul Mu’allimin Al Islamiyah dan Tarbiyatul Mu’allimat Al Islamiyah. Sementara itu nama madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Al Islamiyah diganti menjadi Mambaul Huda Al Islamiyah.
Sampai saat itu , seluruh siswa yang nyantri berasal dari daerah sekitar Ngabar, baru pada tahun 1961 datanglah sembilan orang santri yang berasalkan dari daerah di luar Ponorogo yang dengan sendirinya memerlukan tempat tinggal. Kedatangan mereka membuka lembaran baru dengan didirikanya secara resmi Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar 4 April 1961
V I S I
Menjadi lembaga pendidikan Islam terkemuka yang berjiwa pesantren.
M I S I
1 Mendidik dan membentuk generasi unggul yang bertakwa kepada Allah, beramal shalih, berbudi luhur, berbadan sehat, berpengetahuan luas, berfikiran bebas, berjiwa wiraswasta dan cinta tanah air.
2 Mendidik kader umat yang berkualitas, dengan menanamkan jiwa keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah islamiyah dan kebebasan.
3 Mempersiapkan warga negara muslim yang cakap, bertanggung jawab dan berkhidmat kepada agama, nusa dan bangsa.
4 Menyelenggarakan pendidikan Islam yang bermutu, profesional dan konsisten kepada jiwa pesantren.
5 Memberikan kontribusi nyata untuk kemaslahatan umat melalui jalur pendidikan.
PIMPINAN PONDOK
Pondok Pesantren WAli SOngo Ngabra saat ini dipimpin secara kolektif oleh tiga pimpinan “Tri Tunggal” yaitu KH. Imam Hidayat, S.Ag, KH. Heru Saiful Anwar, MA, Drs. KH. Moh. Ihsan, M.Ag.
INSTITUSI KELEMBAGAAN.
Lembaga-lembaga dalam lingkup pondok pesantren wali songo adalah:
1. Majlisu Riaysatil Ma’had (MRM) lemabag tertinggi pondok yang bertanggung jawab atas jalannya pendidikan dan pengajran pondok
2. Pimpinan Pondok : Pemegang Pelaksanaan Amanat Majlis
3. Yayasan Pemeliharaan dan pengembangan Wakaf (YPPW-PPWS) : sarana dan prasarana pondok
4. Majlis Pembimbing santri (MPS) pemabantu pimpinan pondok dalam penagsuhan santri.
5. Himpinan Alumni dan keluarga Pondok PEsantren Wali Songo (HAKPW) wadah alumni dan simpatisan pondok.
TINGKATAN AKADEMIK
1. Tarbiyatul AthFal “AL MAnaar” (Pre School dan Taman Kanak-kanak)
2. Madrasah Ibtidaiyah “Mambaul Huda” Al Islamiyah (Setingkat SD dan ada yang berasrama)
3. Tarbiyatul Mu’allimin AL ISlamiyah (Setingkat SLTP-MTs dan SMU-MA untuk putra dan berasrama)
4. Tarbiyatul Mu’allimat Al Islamiyah (Untuk Putri)
5. Institut Agam Islam “Riyadlotul Mujahidin” (Fak. Syariah, Fak. Dakwah, Fak. Tarbiyah)
EKSTRA KULIKULER
Kegiatan ekstra kulikuler diselenggarakan dalam wadah organisasi santri Wali Songo (OSWAS) yang dikelola dan diorganisir oleh santri dengan bimbingan langsung dari asatidz di lembaga penagsuhan santri (MPS) dia antaranya:
1. Denada (Tari dan Gambar)
2. Jami’atul Qura
3. Pramuka
4. Muhadharoh (latihan Berpidato 3 Bahasa)
5. Teater dan drama
6. musik qasidah, marawis, hadroh kontemporer kulintang dan band.
7. Drum band (putra Wali Songo)
8. Assyuhada (group Nasyid)
9. Olah raga dan kesehatan lingkungan
10. Painting dan seni kaligrafi
11. Band
12. Dll.
FASILITAS
Diantara fasilitas yang dimiliki pesantren adalah :
1. Akomoidasi santri dengan daya tampung max 2000 orang
2. Gedung pembelajaran yang representative
3. Lap. Kimia, fisika, biologi
4. Pusat kajian Bahasa
5. Lembaga pendidikan Komputer dan internet
6. Auditorium Utama
7. Gd. Pusat usaha dan bisnis Pesantren (Wali songo Busines Center )
8. Unit-unit usaha
Demikianlah informasi singkat tentang Pondok Pesantren wali songo kami buat, semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan Komentar!